KULON PROGO – Dalam upaya mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan pelatihan pengemasan dengan teknologi Modified Atmosphere Packaging berbasis nitrogen (MAP-N₂) bagi para pelaku usaha olahan bunga telang. Kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta pemerintah kalurahan ini dilangsungkan di Aula Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, pada 4 Juli 2026.
Program pendampingan ini diinisiasi untuk menjawab kendala pengemasan yang selama ini dialami oleh para pelaku UMKM setempat. Sebelumnya, produk olahan bunga telang—baik berupa bunga kering maupun minuman herbal—masih dikemas secara manual menggunakan hand sealer. Metode tersebut dinilai kurang optimal karena rentan menyebabkan kebocoran mikro. Pada produk kering seperti telang, paparan oksigen dan uap air yang masuk melalui celah kemasan dapat menurunkan kualitas warna, aroma, serta kestabilan mutu produk selama masa penyimpanan dan distribusi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim UNY membekali para peserta dengan keterampilan menggunakan mesin continuous sealer yang diintegrasikan dengan teknologi nitrogen flushing. Melalui serangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, demonstrasi alat, hingga praktik langsung, para peserta diajarkan cara kerja MAP-N₂ yang mengganti oksigen di dalam kemasan dengan gas nitrogen.
Tidak hanya berfokus pada teknis pengoperasian mesin, para pelaku usaha juga dilatih mengenai prosedur operasional standar (SOP) pengendalian mutu. Mereka belajar melakukan inspeksi visual, uji kebocoran, pencatatan batch, hingga pengambilan keputusan kelayakan kemasan. Melalui penerapan teknologi dan standarisasi proses pengemasan ini, produk olahan telang dari Sendangsari diharapkan memiliki umur simpan yang lebih panjang dengan kualitas yang konsisten, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.