Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh Program Studi Arsitektur UNY dengan pendanaan internal Universitas Negeri Yogyakarta. Program diketuai oleh Retna Hidayah, S.T., M.T., Ph.D., dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur UNY.
Pos Siaga Lingkungan dirancang untuk menjawab kebutuhan warga akan fasilitas bersama yang dapat digunakan dalam kondisi darurat maupun untuk kegiatan lingkungan sehari-hari. Setelah selesai, pos tersebut diharapkan menjadi tempat koordinasi warga, penyampaian informasi, penyimpanan perlengkapan kesiapsiagaan, serta pelaksanaan kegiatan sosial.
Proses pembangunan diawali dengan koordinasi antara tim pengabdian dan perwakilan warga untuk membahas kebutuhan, desain, serta tahapan pelaksanaan. Warga kemudian terlibat langsung dalam membersihkan dan menyiapkan lokasi pembangunan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Keterlibatan masyarakat tidak berhenti pada tahap perencanaan. Warga juga berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk penyiapan lahan dan pengerjaan struktur bangunan. Saat ini, struktur utama dan rangka atap pos mulai terbentuk.
Pendekatan partisipatif tersebut diterapkan agar bangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Proses ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki karena warga menjadi pelaku utama dalam pembangunan sekaligus pihak yang nantinya mengelola dan merawat pos.
Keberadaan Pos Siaga Lingkungan dinilai penting bagi Ngibikan. Sebagai wilayah yang memiliki pengalaman menghadapi gempa bumi, kesiapsiagaan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas fisik. Kemampuan berkomunikasi, berbagi tugas, dan mengambil keputusan bersama juga menjadi bagian penting dalam menghadapi keadaan darurat.
Karena itu, pos ini tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat berjaga. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk rapat warga, koordinasi ronda, pemantauan kondisi lingkungan, dan kegiatan gotong royong.
Bagi Program Studi Arsitektur UNY, kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan pengetahuan arsitektur secara langsung di masyarakat. Perancangan bangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kondisi tapak, fungsi bangunan, serta kemampuan warga dalam mengelolanya secara berkelanjutan.
Melalui pembangunan Pos Siaga Lingkungan, warga Ngibikan menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dapat dibangun dari tingkat komunitas. Kolaborasi, gotong royong, dan keterlibatan masyarakat menjadi modal utama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, tanggap, dan mandiri.