Dalam rangka pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK), Ziqri Azizulzakhbar, mahasiswa sarjana Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, menyelenggarakan program pengajaran praktik instalasi penerangan listrik pada hari Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas dan bengkel SMK Nasional Berbah dengan sasaran peserta didik kelas vokasi. Program ini dirancang khusus untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education). Keterkaitan kegiatan ini dengan SDGs poin 4 terletak pada upaya penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) teknis yang terampil, kompeten, dan siap kerja untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan dan industri melalui pendidikan kejuruan yang inklusif.
Tujuan utama dari pendampingan ini adalah membekali siswa dengan keterampilan teknis dalam merangkai instalasi pemipaan, satu saklar seri, lampu, bel listrik, dan stop kontak, serta pemahaman mendalam terkait pembacaan diagram kelistrikan. Proses pelaksanaannya dimulai secara bertahap, yaitu pembukaan, pemberian penjelasan atau teori dasar, dilanjutkan dengan perancangan gambar single line diagram serta wiring diagram. Setelah itu, siswa melakukan praktik perpipaan dan perakitan komponen, yang diakhiri dengan pengambilan data atau pengujian rangkaian. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa praktikan sebagai instruktur utama yang mendampingi dan mengawasi siswa agar mematuhi standar keselamatan kerja kelistrikan.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan teknis siswa dalam menerjemahkan gambar kerja menjadi rangkaian instalasi listrik yang berfungsi dengan baik dan aman. Dampak positif lainnya adalah terbentuknya budaya kerja yang teliti dan disiplin, terutama saat melakukan pengambilan data tegangan listrik. Secara langsung, pencapaian ini berkontribusi pada SDGs dengan menciptakan calon tenaga kerja vokasi yang andal. Lulusan yang memiliki standar kompetensi kelistrikan yang tinggi dan pemahaman K3 yang kuat akan menjadi aset berharga dalam memastikan keandalan sistem kelistrikan di masa depan.
Harapan ke depannya, standar operasional pengajaran yang runtut dari perencanaan diagram hingga praktik ini dapat terus diterapkan secara konsisten di SMK Nasional Berbah. Sebagai tindak lanjut, disarankan agar peserta didik diberikan proyek instalasi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi pada pertemuan berikutnya. Hal ini akan semakin memperkuat keselarasan antara kompetensi lulusan vokasi SMK dengan tuntutan inovasi dan kualitas teknis di sektor industri.