Dalam rangka mendukung pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Ribdwan Yusup Kurniawan, melaksanakan pembelajaran di SMK Nasional Berbah, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 8 September 2026 dengan melibatkan siswa kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) pada mata pelajaran Instalasi Tenaga Listrik.
Pembelajaran dirancang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) untuk mendorong siswa terlibat aktif dalam menemukan dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kondisi instalasi listrik. Pendekatan ini diarahkan agar kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga mengembangkan kemampuan siswa dalam mengamati, menganalisis, dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang ditemukan.
Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan permasalahan yang berkaitan dengan kondisi sistem grounding pada instalasi listrik. Siswa terlebih dahulu mengidentifikasi lokasi instalasi grounding yang akan diperiksa, kemudian melakukan pengukuran secara langsung menggunakan alat ukur dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan kerja. Hasil pengukuran dicatat dan dianalisis untuk mengetahui kesesuaiannya dengan standar yang digunakan.
Apabila hasil pengukuran belum memenuhi ketentuan, siswa diarahkan untuk mencari penyebab kondisi tersebut. Melalui pengamatan dan diskusi, siswa menelusuri kondisi instalasi hingga mampu menentukan faktor yang berkaitan dengan ketidaksesuaian hasil pengukuran grounding. Dengan demikian, siswa tidak berhenti pada memperoleh nilai hasil pengukuran, tetapi juga belajar menginterpretasikan data dan menghubungkannya dengan kondisi instalasi.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang melibatkan kemampuan mengidentifikasi masalah, mengolah informasi, melakukan analisis, serta menyusun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran. Pengalaman ini juga relevan dengan kebutuhan kompetensi di bidang ketenagalistrikan karena siswa berlatih menghadapi permasalahan instalasi secara sistematis.
Penerapan pembelajaran aktif dan berorientasi pada pemecahan masalah tersebut mendukung SDGs Nomor 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan kompetensi siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi siswa dalam menghadapi situasi kerja di bidang ketenagalistrikan.