SLEMAN – Tim dosen Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam rangka Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) yang ditujukan bagi warga Kalurahan Wedomartani, Sleman. Kegiatan bertajuk "Pelatihan Pengemasan Produk Aneka Keripik Pisang Bagi Warga Kalurahan Wedomartani Sleman" ini dirancang untuk mentransformasi produk lokal agar memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di pasar modern.
Pelatihan ini dipandu oleh tim dengan ketua Dr. Titin Hera Widi Handayani, S. Pd., M.Pd. dan anggota yaitu Prof. Dr. Mutiara Nugraheni, S.TP., M. Si. dan Dr. Fitri Rahmawati, M.P. serta 5 mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga. Sesi pelatihan yang berlangsung di Lab Kimia Departemen Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026, peserta diajak mempraktikkan langsung teknik pemilihan kemasan yang efektif. Peserta mempelajari bahwa kemasan yang ideal salah satunya harus memenuhi faktor keamanan, yaitu melindungi keripik pisang dari pengaruh lingkungan seperti suhu dan kelembaban agar tetap renyah, serta faktor ergonomi agar produk mudah dibawa dan dibuka oleh konsumen.
Selain aspek fisik, para peserta dibekali keterampilan pelabelan produk sesuai standar Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018. Informasi wajib seperti nama produk, merek, komposisi bahan, berat bersih, legalitas produk, informasi gizi, hingga tanggal kadaluarsa menjadi poin utama yang dipelajari agar produk memiliki legalitas dan jaminan keamanan bagi konsumen. Untuk meningkatkan daya tarik visual, peserta juga mempelajari penggunaan tipografi agar label mudah dibaca dari jarak jauh serta aplikasi psikologi warna untuk menciptakan asosiasi mental yang positif terhadap merek produk.
Salah satu luaran penting dari kegiatan ini adalah kemampuan peserta dalam mengemas produk, menentukan harga jual yang mendukung pengelolaan usaha. Para peserta kini memahami faktor ekonomi dalam produksi, yakni bagaimana memilih bahan kemasan secara efektif sehingga biaya yang dikeluarkan tidak melebihi proporsi yang seharusnya namun memiliki manfaat untuk melindungi produk maupun peningkatan penampilan.
Peserta juga dibekali kemampuan untuk menjawab tantangan pasar melalui analisis positioning produk. Beberapa poin strategis yang kini dikuasai peserta meliputi:
*Identifikasi target konsumen danlingkungan persaingan produk.
*Perhitungan biaya produksi yang akurat.
*Penentuan harga jual yang kompetitif namun tetap menjamin profitabilitas.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, warga Wedomartani diharapkan dapat meningkatkan citra produk olahan yang telah mereka hasilkan. Hasil akhir dari pelatihan ini bukan hanya sekedar kemasan yang menarik, tetapi lahirnya produk yang merepresentasikan keamanan konsumsi, kualitas, dan kesiapan untuk menembus pasar ritel yang lebih luas.