SUBMERGED DATA CENTER SETI, GAGASAN MAHASISWA UNY ATASI INFRASTRUKTUR INTERNET YANG TIDAK MERATA DI DAERAH PESISIR

Tidak adanya internet di daerah pantai disebabkan tidak meratanya persebaran infrastruktur internet di Indonesia. Dikutip dari BPS 2021, 17.012 desa dari 83.843 desa di Indonesia tidak menerima sinyal internet yang layak. Hal inilah yang mendorong mahasiswa UNY merancang sebuah pusat data bawah laut (Submerged Data Center atau SDC) ramah lingkungan bernama SETI (Suistanable Eco Technology Incorporated) yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Ombak. Tim ini beranggotakan Silvia Larasatul Masyitoh (Jurusan Teknologi Informasi), Damar Albaribin Syamsu (Jurusan Pendidikan Teknik Informatika), Satya Adhiyaksa Ardy (Jurusan Teknologi Informasi), Munia Putri Nabila Rambe (Manajemen), dan Friska Tarihoran (Pendidikan Geografi). Gagasan tim ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) 2023.

Ketua tim, Silvia Larasatul Masyitoh memaparkan SDC SETI hanya membutuhkan daya 240 KWh untuk pengoperasiannya, berbeda dengan pusat data di darat yang membutuhkan dua kali lipatnya untuk sistem pendingin. Penggunaan listrik yang rendah menghindari terjadinya korsleting hingga ledakan pada pusat data.

Damar Albaribin Syamsu menambahkan SDC SETI memanfaatkan energi terbarukan dari PLTO sebagai sumber dayanya. Letak data center di bawah laut dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan akibat kesalahan manusia. Rancang bangun dan bahan pembuatan SDC SETI menyebabkannya tahan terhadap segala tekanan maupun bencana yang terjadi di dasar laut. Selain itu, SDC SETI dilapisi batu karang buatan sebagai tempat berlindung ikan dan hewan laut lainnya, sehingga ekosistem laut tetap terjaga.

Munia Putri Nabila Rambe juga menjelaskan bahwa kebutuhan internet untuk menjalankan SDC SETI mendorong pembangunan infrastruktur internet yang memadai, sehingga juga memberikan dampak positif bagi daerah pesisir. Pembangunan SDC SETI akan mendukung pengadaan internet di tempat sekitar melalui teknologi seperti WiFi station yang nantinya dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas ke layanan internet bagi penduduk di daerah pesisir.

Gagasan ini akan dipresentasikan di hadapan para juri dan kontestan lainnya, serta dipamerkan dalam bentuk poster kepada para pengunjung dalam kegiatan PIMNAS 36 di Universitas Padjadjaran. Dengan ini diharapkan gagasan SDC SETI dapat dikenal oleh lebih banyak orang.