YOGYAKARTA – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nayla Citra Anindita, sukses melaksanakan program Praktik Kependidikan (PK) di SMK SMTI Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak 22 Juli hingga 4 September 2026 ini berfokus pada mata pelajaran praktik Pneumatic dan Hydraulic bagi siswa kelas XI Teknik Mekatronika.
Program ini tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan pedagogis, tetapi juga menjadi ruang eksplorasi untuk memperdalam sistem pneumatik dan elektropneumatik pada tingkat penerapan yang lebih kompleks.
Implementasi Problem Based Learning (PBL)
Dalam pelaksanaannya, proses belajar mengajar didesain menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Metode ini mendorong siswa untuk proaktif menyelesaikan berbagai studi kasus rangkaian melalui labsheet. Pembelajaran mencakup perancangan hingga penerapan berbagai sirkuit kontrol, dengan materi inti meliputi:
- Pengendalian silinder dan pengaturan kecepatan.
- Pengoperasian emergency stop, timer, dan counter.
- Pengendalian berbasis urutan gerak.
- Penerapan metode cascade.
Siswa diarahkan untuk bekerja secara berkelompok dengan alur yang sistematis: mulai dari mengamati masalah, menganalisis urutan kerja, berdiskusi, hingga menggambar desain rangkaian. Desain tersebut kemudian diwujudkan melalui perakitan langsung pada trainer yang tersedia.
Untuk mengukur evaluasi pemahaman individu, siswa juga diuji melalui penyelesaian masalah dan simulasi rangkaian secara mandiri menggunakan perangkat lunak FluidSIM.
Dukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas
Kegiatan Praktik Kependidikan ini membawa manfaat timbal balik yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas.
Bagi para siswa SMK SMTI Yogyakarta, metode ini menjembatani pemahaman teori dengan praktik nyata. Melalui kerja kelompok dan praktik langsung, siswa dilatih untuk berpikir kritis, sistematis, serta mampu memecahkan masalah—keterampilan yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja vokasional saat ini.
Di sisi lain, bagi mahasiswa, pengalaman mengajar materi kompleks ini menjadi sarana esensial untuk mematangkan kompetensi profesional maupun pedagogis sebagai calon pendidik teknik masa depan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan para lulusan vokasi semakin siap mengaplikasikan kompetensi mekatronika di industri, dan mahasiswa UNY semakin matang dalam mencetak generasi teknisi yang andal.