KULON PROGO – Sebagai bagian dari program Praktik Kependidikan, sebanyak 36 peserta didik kelas X jurusan Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 2 Pengasih mengikuti kegiatan pembelajaran inovatif pada mata pelajaran Informatika. Kegiatan ini difokuskan pada penguasaan materi flowchart dan dasar-dasar logika algoritma dengan memanfaatkan perangkat lunak Flowgorithm sebagai media pembelajaran visual dan interaktif.
Pembelajaran diawali dengan pengenalan konsep dasar algoritma beserta simbol-simbol utama dalam flowchart, seperti Start/End, Input, Output, Assignment, dan Decision. Setelah fondasi teori dipahami, para siswa langsung diajak mempraktikkan penyusunan algoritma secara digital menggunakan Flowgorithm. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk menjalankan algoritma sederhana yang telah mereka buat, mengamati hasilnya secara langsung, menemukan letak kesalahan, hingga menguji dan memperbaikinya secara mandiri.
Berdasarkan hasil pengamatan selama proses belajar mengajar, penggunaan Flowgorithm membawa dampak positif yang signifikan. Peserta didik terbukti mampu:
- Memahami fungsi setiap simbol flowchart dengan baik.
- Menyusun urutan algoritma yang tepat.
- Menerapkan konsep input-proses-output dan logika percabangan.
- Menguji serta mengidentifikasi solusi atas permasalahan (problem solving) pada algoritma yang dibuat.
Metode ini tidak hanya mempermudah pemahaman visual, tetapi juga sangat efektif dalam melatih cara berpikir logis dan sistematis, sekaligus meningkatkan keterampilan digital para siswa.
Lebih dari sekadar praktik di ruang kelas, inisiatif pembelajaran berbasis teknologi ini turut berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Secara spesifik, kegiatan ini mendukung Target 4.4 yang menekankan pentingnya peningkatan keterampilan teknis dan vokasional yang relevan bagi para pemuda.
Pemanfaatan Flowgorithm di SMK Negeri 2 Pengasih menjadi bukti bahwa integrasi teknologi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Ke depannya, pengalaman belajar ini diharapkan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan digital yang mumpuni agar siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.