Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika, Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Muhammad Bagus Septian, melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di SMK SMTI Yogyakarta dengan mengajar mata pelajaran praktik Programmable Logic Controller (PLC) bagi siswa kelas XI Teknik Kimia Industri (TKI) sejak 20 Juli hingga 25 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Bagus untuk mengembangkan kompetensi mengajar sekaligus memperkuat kembali penguasaan materi kelistrikan dan otomasi industri yang telah dipelajarinya.
Pembelajaran dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi awal siswa yang belum pernah mempelajari dasar elektronika maupun teknik digital. Oleh karena itu, materi diawali dengan pengenalan komponen sebelum siswa diarahkan pada praktik wiring panel kontrol. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap agar siswa dapat memahami fungsi komponen sekaligus menerapkannya dalam praktik.
Selama lima kali pertemuan, pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui praktik secara langsung. Materi dimulai dari pengenalan fungsi, spesifikasi, dan simbol komponen panel kontrol konvensional, kemudian dilanjutkan dengan wiring selector switch dan emergency switch, rangkaian logika AND, OR, dan NOT, serta rangkaian latching dan interlock.
Materi berikutnya mencakup time delay relay dan counter relay, hingga instalasi sensor cahaya outdoor dan sensor proximity induktif pada rangkaian 220V AC. Dalam proses pembelajaran, siswa bekerja secara berkelompok dengan membaca gambar rangkaian pada jobsheet, melakukan pengawatan sesuai prosedur keselamatan kerja, menguji hasil rangkaian, dan mempresentasikan cara kerja sistem di hadapan teman-teman sekelas.
Aktivitas pembelajaran juga mendorong siswa untuk cermat dalam menganalisis diagram skematik pada jobsheet, menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara disiplin, serta melakukan pengawatan kabel dengan rapi. Setelah rangkaian selesai dirakit, siswa menguji fungsionalitas panel dan mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Proses tersebut memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan konsep kelistrikan dan kendali ke dalam sistem yang dapat diuji secara nyata.
Pada pertemuan terakhir, siswa mengikuti evaluasi akhir semester yang terdiri atas tes tertulis dan proyek perakitan panel kontrol. Proyek tersebut menggabungkan berbagai komponen dan materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran sehingga siswa dapat menunjukkan pemahaman teori sekaligus kemampuan praktik secara terpadu.
Bagi Bagus sebagai mahasiswa praktikan, pengalaman tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kesabaran, dan kepemimpinan instruksional. Proses menjelaskan konsep teknis kepada siswa yang memulai pembelajaran dari dasar juga menjadi kesempatan untuk menguji kembali pemahaman terhadap materi kelistrikan dan otomasi industri.
Di sisi lain, siswa menunjukkan perkembangan dalam ketelitian membaca gambar teknik, kepatuhan terhadap prosedur operasi standar, serta kemampuan memecahkan masalah (troubleshooting) ketika menemukan kendala dalam proses pengawatan. Pembelajaran secara kolaboratif memberikan ruang bagi siswa untuk berdiskusi, melakukan pengujian, dan menemukan solusi terhadap permasalahan teknis yang dihadapi selama praktik.
Pelaksanaan Praktik Kependidikan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan keterampilan teknis dan vokasional siswa. Pembelajaran praktik PLC memberikan pengalaman aplikatif yang mendukung pengembangan kompetensi siswa dalam bidang kelistrikan, sistem kendali, dan otomasi industri.
Bagi mahasiswa, praktik mengajar tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan diri sebagai calon pendidik teknik. Membimbing siswa dari tahap pengenalan komponen hingga mampu merangkai dan menguji panel kontrol memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan kompetensi teknis sekaligus mengembangkan kemampuan pedagogis yang diperlukan untuk menjalankan profesi sebagai pendidik di bidang teknik.