Toyama, Jepang — Dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin (DPTM), Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Aulia Majid, S.T., M.Eng., mengikuti TOMIDAI Global SciFrontiers Program 2026 yang diselenggarakan di University of Toyama, Jepang, pada 14-18 September 2026. Program internasional tersebut mempertemukan mahasiswa, peneliti muda, dan akademisi dari beberapa negara, yakni Jepang, Indonesia, India, Malaysia, Mongolia, Thailand, serta negara-negara Asia lainnya. Dalam kegiatan akademik tersebut, Aulia Majid, S.T., M.Eng, turut mengembangkan mini research bertema “Technology for Decarbonization.” Kajian tersebut membahas peran perkembangan teknologi dalam mendukung pengurangan emisi karbon melalui peningkatan efisiensi energi dan material, pemanfaatan energi rendah karbon, penggunaan teknologi penangkapan karbon, serta pengembangan material dan proses manufaktur yang lebih berkelanjutan.
Menurut Aulia Majid, isu dekarbonisasi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi material dan manufaktur. Pemilihan material, optimalisasi penggunaan sumber daya, efisiensi proses produksi, peningkatan umur pakai produk, hingga pengembangan material berkelanjutan merupakan aspek yang dapat berkontribusi pada penurunan jejak karbon sepanjang siklus hidup suatu produk.
“Dekarbonisasi bukan hanya persoalan mengganti sumber energi, tetapi juga bagaimana kita merancang material, proses, dan produk dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Perspektif material engineering memiliki peran penting karena keputusan terhadap material dan proses manufaktur akan berpengaruh terhadap konsumsi energi dan jejak karbon suatu produk,” ungkap Aulia Majid. Pada akhir kegiatan, Aulia Majid, S.T., M.Eng., berhasil memperoleh Student Award dari CITIR, University of Toyama. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian penutupan TOMIDAI Global SciFrontiers 2026 dan menjadi apresiasi atas keterlibatan peserta dalam proses pembelajaran, diskusi multidisipliner, pengembangan mini research, serta presentasi hasil selama program.
Bagi Aulia Majid, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang untuk membangun jejaring dengan peserta dan akademisi dari berbagai negara. Interaksi lintas bidang selama kegiatan memberikan perspektif bahwa persoalan global seperti perubahan iklim dan dekarbonisasi membutuhkan kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu, termasuk material, manufaktur, kesehatan, kecerdasan buatan, dan bidang sains lainnya.
Partisipasi dalam TOMIDAI Global SciFrontiers 2026 juga diharapkan dapat memperkuat internasionalisasi kegiatan akademik di Universitas Negeri Yogyakarta, khususnya melalui pengembangan jejaring penelitian dan peluang kolaborasi internasional. Pengalaman tersebut selanjutnya dapat ditransformasikan ke dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan inovasi di bidang material engineering, eco-material, sustainable manufacturing, serta teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan. Melalui keikutsertaan dan capaian Student Award tersebut, partisipasi Aulia di University of Toyama menjadi salah satu bentuk keterlibatan akademisi UNY dalam forum ilmiah internasional sekaligus mendukung penguatan kolaborasi global untuk menghasilkan penelitian dan inovasi yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.