YOGYAKARTA – Bulan Ramadan menjadi momentum spesial bagi mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tak sekadar menjalankan ibadah puasa, para mahasiswa ini aktif mengasah keterampilan pastry dan manajerial melalui produksi aneka cookies lebaran.
Kesibukan di dapur produksi terlihat setiap hari tepat setelah jam kuliah usai. Di tengah jadwal akademik yang padat, para mahasiswa tetap antusias mempraktikkan keahlian mereka, mengubah adonan menjadi deretan kue kering favorit masyarakat yang berkualitas tinggi.
Varian Menu Klasik hingga Kekinian
Tahun ini, mahasiswa Teknik Boga UNY menghadirkan pilihan menu yang sangat beragam, memadukan resep legendaris dengan tren modern. Mulai dari varian klasik seperti nastar, kastangel, semprit, dan putri salju, hingga inovasi kekinian seperti thumbprint, palm cheese, chui kao so, serta kudapan gurih cheese stick.
Keberagaman menu ini menuntut ketelitian tinggi, di mana setiap mahasiswa belajar untuk menjaga konsistensi rasa dan tampilan produk sesuai standar industri.
Sinergi Pemasaran dan Loyalitas Konsumen
Kualitas produk mahasiswa UNY terbukti telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Tingginya minat konsumen tidak lepas dari strategi pemasaran yang solid, yang didukung oleh jaringan reseller mitra lama serta loyalitas konsumen setia.
Banyak pembeli yang sengaja datang langsung ke gedung Prodi Teknik Boga untuk mendapatkan produk yang mereka nantikan setiap tahunnya. Selain itu, tersedia pula pilihan paket hampers cantik yang menjadi primadona sebagai hantaran Idulfitri, menunjukkan bahwa mahasiswa juga belajar mengenai estetika pengemasan (packaging) dan nilai tambah produk.
Tradisi Sejak 1990 dan Wadah Wirausaha
Kegiatan produksi kue kering ini merupakan tradisi produktif yang telah mengakar di Teknik Boga UNY sejak tahun 1990. Untuk menjamin kualitas, proses produksi didampingi langsung oleh dosen pendamping, Luthfi Riyadh Rahman, M.Pd. dan Reza Restiana, S.Pd., M.Pd.
Keduanya berperan penting dalam menjaga quality control sekaligus membimbing mahasiswa dalam memperluas jangkauan pasar.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih jiwa wirausaha bagi mahasiswa. Kami membekali mereka dengan praktik produksi berstandar industri makanan," ujar Luthfi Riyadh Rahman.
Ia menambahkan bahwa selain aspek teknis memasak, pengalaman mengelola pesanan dalam skala besar diharapkan menjadi modal berharga. "Harapannya, setelah lulus nanti, mahasiswa tidak hanya kompeten di dapur, tetapi juga berani dan mampu membuka usaha sendiri di bidang kuliner," pungkasnya. (YTM)